Pengertian Taharah Memahami pentingnya Bertaharah atau bersuci Dari Hadas Atau Najis

Pengertian Toharoh (Thaharah)

Apa itu toharoh,mengapa itu penting bagi umat Islam dan apa itu bermanfaat bagi tubuh dan sebagainya berikut kami ulas pertanyaan di atas toharoh atau thaharah adalah konsep penting dalam ajaran Islam yang berarti bersuci atau membersihkan diri dari segala bentuk najis dan hadas. Kebersihan ini tidak hanya berkaitan dengan fisik, karena menjadi syarat sah dalam melaksanakan ibadah tertentu seperti salat.

Secara bahasa, thaharah berarti bersih dan suci. Sedangkan secara istilah, thaharah adalah upaya menghilangkan hadas dan najis dengan cara-cara yang telah ditentukan oleh syariat Islam.

Dari Abu Malik al-Ash’ari, Rasulullah ﷺ bersabda:

التطهير جزء من الإيمان.

“Bersuci itu adalah sebagian dari iman.”

(HR. Muslim)

Hadis ini menegaskan bahwa kebersihan memiliki kedudukan penting dalam Islam, bukan hanya secara fisik tetapi juga spiritual.

Manfaat Thaharah

Berikut beberapa manfaat thaharah:

1. Membersihkan Diri dari Hadas dan Najis

Thaharah membantu membersihkan tubuh dari kotoran dan najis sehingga tubuh menjadi bersih dan sehat.

2. Menjaga Kebersihan Lahir dan Batin

Kebersihan adalah sebagian dari iman. Dengan menjaga kebersihan, hati menjadi lebih tenang dan kehidupan terasa lebih nyaman.

3. Syarat Sah Ibadah

Seorang muslim diwajibkan dalam keadaan suci sebelum melaksanakan ibadah tertentu, terutama salat.

4. Membentuk Pribadi Disiplin dan Sehat

Kebiasaan hidup bersih akan membentuk karakter disiplin serta menjaga kesehatan tubuh.

Dalil Tentang Thaharah

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang bersuci.”
(QS. Al-Baqarah: 222)

Ayat ini menunjukkan bahwa Allah mencintai hamba-Nya yang menjaga kebersihan dan kesucian diri.

Dengan hadist di atas menegaskan betapa pentingnya toharoh bagi umat Islam ,ada pun macam macam toharoh di bagi menjadi dua jenis:

  1. Bersuci dari Hadas

Hadas adalah keadaan tidak suci yang menghalangi seseorang untuk melakukan ibadah tertentu.

Hadas kecil, seperti buang air kecil, buang air besar, atau tidur. Cara menyucikannya adalah dengan wudhu.

Hadas besar, seperti junub, haid, dan nifas. Cara menyucikannya adalah dengan mandi wajib (ghusl).

  1. Bersuci dari Najis

Najis adalah segala sesuatu yang dianggap kotor menurut syariat Islam, seperti darah, air kencing, dan bangkai.

Najis dibagi menjadi beberapa jenis:

Najis ringan (mukhaffafah), seperti air kencing bayi laki-laki yang belum makan selain ASI.

Najis sedang (mutawassitah), seperti darah dan kotoran manusia.

Najis berat (mughallazah), seperti najis anjing dan babi, yang cara menyucikannya harus dengan air sebanyak tujuh kali, salah satunya dengan tanah.

Ada pun darah menurut para ulama terbagi menjadi beberapa pendapat .

Dalam fikih Islam, darah pada umumnya dibahas oleh para ulama dari empat mazhab utama: Mazhab Hanafi, Mazhab Maliki, Mazhab Syafi’i, dan Mazhab Hanbali. Berikut penjelasannya:

  • Mazhab Hanafi

Menurut Mazhab Hanafi, darah yang mengalir adalah najis. Namun, mereka memberikan keringanan: Jika darahnya sedikit, maka dimaafkan (tidak membatalkan salat). Jika banyak, maka harus dibersihkan.

  • Mazhab Maliki

Mazhab Maliki berpendapat bahwa: Darah manusia dan hewan yang hidup pada dasarnya suci (tidak najis). Tetapi, tetap disunnahkan untuk membersihkannya karena dianggap kotor. Ini adalah pendapat yang paling ringan dibanding mazhab lainnya.

  • Mazhab Syafi’i

Dalam Mazhab Syafi’i: Darah termasuk najis, baik sedikit maupun banyak. Kecuali dalam kondisi tertentu (darah luka kecil yang sulit dihindari), maka bisa dimaafkan. Pendapat ini banyak dianut di Indonesia.

  • Mazhab Hanbali

Mazhab Hanbali berpendapat: Darah adalah najis, terutama darah yang mengalir. Namun, seperti Hanafi, mereka memberi keringanan untuk darah yang sedikit. Pentingnya Toharoh dalam Kehidupan Seorang Muslim

Toharoh memiliki kedudukan yang sangat penting dalam Islam karena:

  • Menjadi syarat sah ibadah, seperti salat dan tawaf.
  • Menjaga kesehatan, karena kebersihan fisik dapat mencegah penyakit.
  • Mencerminkan keimanan, sebagaimana kebersihan adalah sebagian dari iman.
  • Membentuk kedisiplinan, karena seorang Muslim dituntut menjaga kebersihan setiap saat

Islam memberikan kemudahan dalam bersuci dengan berbagai media, antara lain:

a. Berwudhu

Pentingnya Wudhu

Dari Abu Hurairah, Rasulullah ﷺ bersabda:

لا يقبل الله صلاة أحدكم إذا كان في الهدى حتى يتوضأ

“Allah tidak menerima salat salah seorang di antara kalian jika ia berhadas sampai ia berwudhu.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa wudhu merupakan syarat sah salat, dan mensucikannya hadas kecil.

b. Tayamum

Tayamum umum di lakukan seseorang apabila ia mendapati dirinya tidak menemukan air untuk bersuci dari hadas kecil maupun besar.

Dari Jabir bin Abdullah, Rasulullah ﷺ bersabda:

خُلقت لي الأرض مسجداً ومكاناً للتطهير، فمن وجد من أمتي وقتاً للصلاة فليصلِّ. (رواه البخاري ومسلم صحيحان)

 

“Dijadikan untukku bumi sebagai masjid dan alat bersuci. Maka siapa saja dari umatku yang mendapati waktu salat, hendaklah ia salat.”

(HR. Sahih Bukhari dan Sahih Muslim)

Makna:

Tanah yang suci bisa digunakan untuk tayamum ketika tidak ada air atau tidak bisa memakai air. Islam memberi kemudahan dalam ibadah. Adapun tata cara bertayamum sebagai berikut.

Dari Ammar bin Yasir:

Rasulullah ﷺ bersabda: “Cukuplah bagimu begini.”

Lalu Nabi menepukkan kedua telapak tangan ke tanah, meniupnya, kemudian mengusap wajah dan kedua telapak tangan beliau.

(HR. Sahih Bukhari dan Sahih Muslim)

Makna:

Tayamum dilakukan dengan debu/tanah suci. Caranya sederhana: usap wajah dan tangan.

c. Mandi wajib

Mandi wajib merupakan salah satu cara untuk bertoharoh atau bersuci umum membersihkan hadas bersar seperti, junub,haid nifas, keluar mani,melahirkan,dan meninggal dunia Rosulullah ﷺ  bersabda dalam haditsnya sebagai berikut .

Dari Abu Hurairah, Rasulullah ﷺ bersabda:

إذا جلس رجل بين أعضاء المرأة الأربعة وأقام جماعاً فاحشاً، فيجب عليه الاغتسال

“Apabila seseorang telah duduk di antara empat anggota tubuh wanita lalu melakukan hubungan sungguh-sungguh, maka wajib baginya mandi.”

(HR. Sahih Bukhari dan Sahih Muslim)

Hadis ini menjelaskan bahwa hubungan suami istri menyebabkan wajib mandi junub.

About the Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like these